Jumat, 03 Agustus 2018

Apa itu Hyper-V ?

sumber : http://blog.wowrack.co.id/2012/07/apa-itu-hyper-v.html
Hyper-V adalah solusi virtualisasi dari Microsoft yang membutuhkan server core dan prosesor. Hyper-V dibagi menjadi dua yaitu Hyper-V parent dan Hyper-V tanpa parent. Hyper-V adalah sebuah role yang ada di Windows Server 2008 R2. Menyediakan tools dan services yang bisa digunakan untuk membuat sebuah server virtualisasi. Virtualisasi ini bisa digunakan bermacam-macam pencapain bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi pengeluaran. Virtualisasi ini sangat bermanfaat karena kita bisa membuat dan memanagement virtual machines, dimana kita bisa menjalankan banyak sistem operasi pada satu komputer dan menutup sistem operasi tersebut dengan yang lainnya.


Hyper-V disebut virtualisasi berbasis Hypervisor. Hypervisor bisa disebut perangkat lunak atau firmware yang membuat mesin virtual.


Arsitektur Hyper-V
Microsoft Hyper-V adalah teknologi virtualisasi yang dibesut oleh Microsoft. Bermula pembelian Virtual PC dari Connectix dan diikuti peluncuran Microsoft Virtual Server 2005. Virtualisasi terus dikembangkan dan saat ini sudah berganti nama menjadi Hyper-V.

Hyper-V adalah virtualisasi berbasis hypervisor. Sedang hypervisor dikenal juga sebagai virtual machine manager (VMM). VMM sendiri adalah salah satu dari teknik hardware virtualization yang memungkinkan beberapa sistem operasi (dikenal sebagai guest) yang berjalan diatas sebuah host komputer. Guest pada dasarnya akan berbentuk sebagai file.



Ada dua model virtualisasi server yang disediakan oleh Microsoft, yaitu :

- Hyper-V Server 2008 R2 yang berjalan langsung diatas perangkat keras (standalone). Pada model ini hypervisor langsung berinteraksi dengan perangkat keras. Sistem operasi yang berperan sebagai guest berjalan diatas hypervisor.

- Hyper-V yang merupakan role atau bagian dari Microsoft Windows Server 2008 R2 (as a role). Pada model ini hypervisor menjadi bagian dari sistem operasi host. Sehingga sistem operasi host berfungsi sebagai perantara antara hypervisor dan perangkat keras.
Hyper-V melakukan manajemen virtual machine dengan melakukan partisi perangkat keras. Disebut virtual partition. Virtual partition terdiri dari parent partition dan child partition. Parent partition tempat Windows Server berada. Sedangkan child partition bisa diisi dengan sistem operasi lain.

Pada parent partition terdapat independent hardware vendor (IHV) yang mengatur driver untuk perangkat keras. Selain itu ada virtual infrastructure driver (VID) untuk mengatur virtualisasi memori dan hubungan dengan child partition.

Bagian penting lainnya adalah virtual service provider (VSP) yang mengatur proses Input/Output (I/O). VSP akan berkomunikasi dengan virtual service client (VSC) yang berada di child partition. Komunikasi ini dijembatani oleh VMBus.


Kebutuhan sistem dan spesifikasi

Untuk mengimplementasikan virtualisasi server berbasis Microsoft Hyper-V, dibutuhkan persyaratan sebagai berikut :
- Sistem operasi yang berfungsi sebagai Host. Gunakan sistem operasi terbaru seperti Microsoft Windows Server 2008 R2 SP1. Bisa menggunakan instalasi secara lengkap atau hanya menggunakan edisi Core.

- Prosesor yang digunakan adalah x86-64 (prosesor 64 bit)

- Prosesor mempunyai kemampuan hardware assisted virtualization.

Jika menggunakan prosesor intel dikenal dengan istilah intel-vt sedangkan untuk prosesor AMD dikenal dengan AMD-V.

- Memori minimum untuk host 2 GB

- Sistem operasi guest :

o Hyper-V mendukung sampai 4 prosesor

o Mendukung sampai 384 VM per sistem

o Mendukung sistem operasi 32-bit dan 64-bit

o Sistem operasi yang didukung meliputi sistem operasi berbasis windows serta beberapa sistem operasi linux seperti SUSE Linux Enterprise, RedHat Enterprise serta CentOS.

- Gunakan Storage Area Network (SAN) sebagai media penyimpanan virtual machine.
 

Proses implementasi Hyper-V

Untuk melakukan implementasi hyper-v pada perusahaan diperlukan langkah-langkah yang tepat. Diagram berikut adalah alur kerja sebelum melakukan implementasi teknologi virtualisasi. Diagram ini merupakan panduan dari Microsoft dalam melakukan implementasi infrastruktur untuk virtualisasi.


Kesimpulan
Hyper-V dapat menjadi tulang punggung bisnis bagi perusahaan. Adanya hyper-v akan membantu perusahaan dalam melakukan penghematan dan pemanfaatan yang optimal server-server yang sudah diinvestasikan.

Microsoft Hyper-V memiliki solusi yang lengkap. Mulai dari model hyper-v sampai untuk melakukan manajemen. Piranti manajemen juga bisa digunakan untuk mengelola beberapa host sekaligus. Jadi dimungkinkan untuk melakukan manajemen dari satu tempat atau lokasi saja.

Mengenal Colocation Server dan Manfaatnya



Apakah bisnis yang Anda jalankan termasuk bisnis yang bergerak di bidang Teknologi Informasi (TI), atau malah justru bisnis Anda yang membutuhkan bantuan dan layanan teknologi dari pihak third party yang lebih memahami tentang TI? Nah, dalam dunia TI tentu Anda akan sangat mudah menemukan istilah-istilah seperti server, hosting, data center, cloud computing, serta colocation. Ya, colocation. Apakah Anda pernah mendengarnya? Jadi apa sebenarnya colocation itu? Dan apa fungsinya bagi Anda serta bisnis yang sedang dijalankan? Mari kita simak penjelasan mengenai colocation dalam ulasan artikel berikut ini.


Sebagai gambaran awal, colocation ini berkaitan erat dengan server, rack, data center, internet, serta sistem cloud computing. Dan hal ini juga dapat berkaitan pula dengan Infrastructure as a Servive (IaaS). IaaS adalah bentuk layanan dari third party berupa ‘persewaan’ infrastruktur TI, namun terbatas pada hal-hal tertentu seperti misalnya saja storage, memory, nerwork, RAM, bandwidth, serta konfigurasi lainnya. Namun hal-hal yang disewakan tersebut biasanya sudah merupakan hal paling utama yang diperlukan dalam sebuah sistem operasi TI. Secara mudahnya, segala peralatan yang dibutuhkan dalam menyusun sebuah sistem dapat dilakukan dengan cara sewa, tanpa perlu membeli masing-masing unit yang diperlukan untuk membangun sebuah jaringan tertentu. Mengapa lebih baik sewa? Karena dengan sewa, tentu dapat lebih meminimalisir pengeluaran budget untuk pemeliharaan serta penggantian infrastruktur TI yang sudah lama. Hal yang harus dilakukan user adalah hanya tinggal upgrade/menambahkan storage,  RAM dan memory saja. Nah, kembali kepada pembahasan colocation, jadi apa sebenarnya colocation ini ?

Pengertian Colocation dan Contohnya

Colocation adalah tempat/rack untuk menempatkan atau meletakkan server dalam sebuah data center. Biasanya data center ini merupakan data center milik third party yang tidak dikelola sendiri. Colocation juga dapat berarti sebagai sebuah tindakan mempercayakan keamanan server dan bisa juga perawatan sebuah / beberapa hardware server pada pihak data center third party. Jadi pada dasarnya colocation ini adalah menggunakan jasa layanan pihak third party untuk mengurus semua system serta perawatan hardware server. Keuntungannya, Anda dapat lebih cepat menerima report atau laporan kerusakan sedini mungkin, sehingga dapat segera menyiapkan rencana cadangan atau hardware pengganti untuk server yang rusak. Sehingga dampaknya terhadap kemungkinan down time juga semakin kecil.


Pihak third party ini bisa menjadi semacam extent dari tim TI Anda yang akan selalu siap dan bertindak cepat jika ditemukan kendala apapun. Jadi Anda tidak perlu lagi memikirkan tentang layanan preventif serta perawatam hardware. Tugas utama pihak third party sebagai penyedia layanan colocation memang sebenarnya adalah untuk melakukan kontrol dan monitoring server pada data center mereka. Namun, pihak third party tidak akan bertanggung jawab dalam hal penggantian hardware. Jadi penggantian hardware yang rusak, tetap menjadi tanggung jawab dari perusahaan pemilik hardware server tersebut.


Mempercayakan server pada colocation data center pihak third party memang lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan mengelola server dan data center sendiri. Namun jika memiliki tim TI yang profesional dan ready selama 24/7 dalam controlling dan monitoring data center, maka Anda tidak perlu memerlukan jasa colocation. Namun jika dilihat dari banyaknya manfaat yang akan diterima jika menggunakan jasa layanan colocation pada pihak third party, maka hanya tidak perlu mengeluarkan budget extra untuk membangun data center, melainkan cukup dengan menyewa colocation saja.


Contoh colocation ada banyak, saat ini di Indonesia telah banyak perusahaan TI yang menyediakan layanan sewa rack atau colocation. Namun Anda harus memperhatikan keamanan dari data center tersebut. Apakah sudah memenuhi semua kriteria standar data center yang aman dari bencana, siap support selama 24/7, dan layanan-layanan penting lainnya. Inilah pentingnya memilih penyedia layanan TI yang benar-benar trusted dan reliable. Layanan colocation biasanya dibutuhkan oleh perusahaan di berbagai bidang, pengelola website, programmer, serta instansi lainnya yang membutuhkan layanan dan pengelolaan data dalam jumlah yang besar. Contoh konkretnya adalah di bidang perbankan.


Pengertian Server Colocation 

Colocation server adalah sebuah layanan persewaan rack untuk menyimpan server pada suatu data center. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk memilih data center yang tepat antara lain adalah syarat arus listrik yang stabil, UPS, temperature control, power generator, flooring, ketersediian dan kestabilan akses internet, CCTV, serta security yang dapat bekerja memantau keseluruhan keamanan data center tersebut.


Apa itu colocation data center? Colocation data center adalah rack tempat meletakkan perangkat server yang berada pada sebuah data center. Istilah colocation server tentu saja berkaitan erat dengan data center. Colocation dan data center tidak bisa dipisahkan, jadi ibarat data center adalah rumah, maka colocation adalah furniture dan perabotan rumah. Keduanya berkaitan satu sama lain. Sebuah data center dibangun untuk menunjang kestabilan beberapa server yang terletak pada rack maupun kabinet-kabinet agar dapat berjalan dengan baik tanpa kendala.


Jadi, apa rack colocation? Rack colocation adalah media yang digunakan untuk meletakkan server (hardware) dalam suatu data center yang aman. Rack-rack ini harus dijaga dengan suhu dan temperature tertentu agar perangkat keras tidak menjadi panas. Mengapa server bisa menjadi sangat panas? Tentu saja karena perangkat terus berjalan selama 24/7 dan tidak pernah off. Karena server yang terlalu panas tersebut dapat mengakibatkan kerusakan piranti serta dapat menyebabkan server down. Itulah sebabnya pemeliharaan data center harus sangat diperhatikan.


Pengertian Cloud Server

Cloud server adalah sebuah server yang memiliki operating system berbasis cloud. Jadi cloud server ini menggabungkan antara perangkat komputer dengan jaringan internet. Lantas apa hubungan cloud server ini dengan colocation? Salah satu hal yang tercover oleh layanan colocation adalah sistem cloud server. Cloud server membutuhkan jaringan internet sebagai pusat server dan pengelolaan datanya.


Adapun fungsi cloud server untuk bisnis adalah sebagai media untuk penyimpanan data atau storage. Beberapa manfaat cloud server adalah :


  • Lebih efisien bagi user
  • Lebih hemat budget
  • Kemudahan dalam akses data bagi user
  • Tidak adanya biaya perawatan untuk maintenance perangkat keras
  • Dapat mengakses software dari cloud server tersebut


Pengertian Dedicated Server

Dalam setiap sistem cloud computing, layanan hostingnya dapat dibagi, apakah akan digunakan khusus dan terpusat untuk kalangan pribadi (private) atau lebih publik dan dapat diakses oleh banyak pihak. Sistem hosting cloud yang hanya digunakan untuk kalangan terbatas bernama dedicated server. Jadi dedicated server adalah hosting yang memberikan layanan server secara utuh dan penuh hanya kepada satu akun penyewa saja. Lalu apakah perbedaan colocation dan dedicated server?

Colocation memiliki arti yang berbeda dengan dedicated server. Perbedaan colocation dan dedicated server adalah tentang kepemilikannya. Jika colocation dapat diartikan sebagai tempat untuk ‘menitipkan’ server pada sebuah tempat aman bernama data center, maka dedicated server adalah server yang dibeli dengan cara menyewa perangkat keras yang gidunakan untuk kalangan pribadi sehingga server tersebut tidak akan di shared dengan penyewa yang lainnya. Dalam dedicated server terdapat kebebasan dalam memilih jenis bandwidth yang diinginkan serta kebutuhan akan tim TI / remote hands pada data center tersebut.


Perbedaan Hosting dan Colocation

Jenis dari hosting itu bermacam-macam, namun pada dasarnya hosting adalah sistem sewa tempat dalam konteks website sebagai tempat untuk menampung dan menyimpan file-file seperti gambar, email, teks, aplikasi, program, dan lain sebagainya. Salah satu jenis hosting adalah shared hosting, shared hosting adalah layanan hosting yang digunakan bersama-sama dengan  user lainnya. Hal ini dilakukan dengan cara menggunakan IP address, software dan hardware secara bersama-sama. Shared hosting sangat cocok digunakan dalam penggunaan blog dan online shop. Nah, lalu apa perbedaannya dengan colocation hosting? Colocation hosting biasanya juga disebut sebagai cloud hosting. Jadi cloud hosting adalah layanan hosting yang terhubung pada berbagai macam server-server yang berbeda. Colocation hosting berada diatas dedicated server maupun shared hosting yang lebih tradisional. Colocation hosting memiliki server sangat stabil dan sumber daya yang tidak terbatas pada layanan hosting.


Jenis-Jenis Colocation

Jenis-jenis colocation bermacam-macam, mulai dari Per U, Half Rack, serta Full Rack. Jenis colocation ini juga memiliki dua model model penyimpanan server, yaitu dalam rack maupun kabinet. Pemilihan model rack ini biasanya juga disesuaikan dengan kebutuhan user penyewa. Ada yang kebutuhannya menggunakan rack sudah cukup, namun untuk keamanan yang lebih terjaga, banyak user yang lebih menyukai model penyimpanan dalam kabinet. Pemilihan jenis colocation ini juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing user. User yang memiliki banyak perangkat server yang harus disimpan, tentu lebih baik menggunakan layanan jenis full rack. Begitu juga dengan user yang hanya memiliki kebutuhan sedikit server, tentu lebih baik menggunakan Per U agar lebih efisien dan sesuai budget.
Banyak penyedia layanan cloud dan colocation yang memberikan harga colocation murah. Namun harga yang murah belum tentu jaminan kualitas yang baik. Tentu Anda lebih memilih data Anda aman dan minim resiko bencana daripada murah namun keamanannya belum terjamin kan? Namun belum tentu juga harga murah namun kualitasnya dibawah rata-rata. Pastikan sebelum mempercayakan kebutuhan TI Anda kepada third party, Anda benar-benar sudah memahami layanan dan kualitas yang diberikan oleh pihak third party tersebut. Third party yang baik selain memiliki layanan support selama 24/7 tentu juga memiliki layanan colocation dengan layanan terkelola.


Manfaat Penggunaan Colocation

Menyewa colocation lebih disarankan daripada Anda harus membangun sendiri data center, terutama apabila bisnis yang Anda jalankan ini memiliki skala kecil-menengah. Data center biasanya diperlukan untuk bisnis atau perusahaan dengan skala besar. Jadi, mengapa Anda membutuhkan colocation? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentu Anda harus menemukan fungsi dan manfaat colocation. Tujuannya adalah agar Anda dapat menemukan sisi positif dari colocation yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan Anda dan perusahaan. Lalu, apa saja manfaat menggunakan jasa layanan colocation?
  • Lebih hemat budget
    Membangun colocation dan data center sendiri tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga menyewa jasa layanan colocation adalah langkah yang sangat tepat agar lebih menghemat biaya.
  • Efisien
    Ketika memilih layanan colocation, tentu semua hal terkait data center seperti pemeliharaan dan maintenance tidak perlu dilakukan sendiri. Jadi perusahaan bisa fokus mengurus hal-hal lainnya, lebih hemat waktu.
  • Tingkat produktivitas yang meningkat
    Persoalan TI tentu bukan sebuah masalah lagi, karena Anda telah memiliki ‘remote hands’ untuk mengurus tentang perawatan server tersebut. Untuk mengetahui penjelasan tentang remote hands, Anda dapat melihat melalui artikel berikut ini.
  • Memiliki tingkat keamanan data center yang tidak perlu diragukan
    Sebelum membangun data center, tentu sudah dipikirkan tentang keamanan gedung atau lokasi yang digunakan. Tentu hal ini merupakan jaminan bahwa ketika Anda mempercayakan server dan memilih colocation, semua hal akan terjamin keamanannya. Mulai dari kemungkinan bencana alam, listrik yang tidak stabil, dan lain sebagainya. Semua tentu sudah diperhitungkan sebelumnya.
  • Memiliki teknologi dan sistem yang terstruktur
    Teknologi yang digunakan ketika Anda memilih colocation tentu adalah teknologi terbaru yang akan selalu diupdate, termasuk anti-virus. Jadi Anda tidak perlu cemas dan khawatir lagi tentang upgrade system.
  • Tidak perlu upgrade sistem server
    Hal ini merupakan tugas dari pihak third party pengelola colocation. Sehingga Anda akan memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengurus hal lainnya.
  • Layanan server selama 24/7
    Server akan berjalan dengan sendirinya, tidak perlu ditunggu selama 24 jam. Namun sistem yang ada pada data center akan menginformasikan jika ada kejanggalan dalam sistem sehingga kendala dapat segera diatasi.
  • Tidak bergantung pada penyedia hosting
    Walaupun memiliki status sebagai ‘penyewa’, tidak serta merta membuat Anda harus bergantung kepada pihak penyedia hosting. Anda tetap dapat melakukan hal-hal seperti install software apapun yang dibutuhkan secara mandiri.
  • Tidak perlu memiliki tim TI sendiri
    Pengelolaan, pemeliharaan, dan perawatan server colocation telah menjadi tanggung jawab pihak pengelola dan tim ahli dari provider third party tersebut.

Rabu, 01 Agustus 2018

Sejarah VoIP Rakyat


VoIP Rakyat merupakan teknologi VoIP berbasis Session Initiation Protocol (SIP) yang di kembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF) di Internet. Konsekuensinya, VoIP Rakyat mempunyai banyak kemampuan yang lebih baik daripada VoIP Merdeka yang berbasis protokol H.323 yang di kembangkan oleh International Telecommunication Union (ITU).
VoIP Rakyat dipimpin oleh Anton Raharja dkk dari ICT Center Jakarta & WAN DKI. VoIP Rakyat beroperasi mulai tahun 2005, dan di pindahkan ke Open IX sekitar bulan January 2006 atas bantuan rekan-rekan di PT. IDC seperti Johar Alam & Ibu Aie. Server VoIP Rakyat di upgrade menjadi Xeon dual processor yang merupakan sumbangan dari Acer.

Untuk end-user biasa



  • Dapat membuka account free di http://www.voiprakyat.or.id
  • Atau membuka account free di http://www.pulver.com. Anda dapat call ke PSTN melalui Pulver tentunya dengan deposit sejumlah uang.
  • Download SIP Softphone yang anda sukai, dan install. Ada beberapa pilihan SIP Softphone, yaitu, x-lite / SJPhone.
dengan bermodal komputer dan softphone seseorang dapat bertelepon melalui VoIP Rakyat. Bila anda menginginkan agar dapat di telepon dari telkom Indonesia, anda tentunya membutuhkan nomor telepon yang di kenali Telkom Indonesia. Anda dapat memperoleh nomor tersebut gratis dari,

Untuk Corporate

Utk corporate Internal, biasanya  akan membuat sendiri softswitch (sentral telepon) software-nya bisa di ambil dari http://www.asterisk.org (free)
Softswitch berfungsi sama dengan software PABX yang bisa mengenali nomor telepon PSTN dengan bantuan e164.org, e164.arpa. Selain itu asterisk mempunyai fasilitas voicemail, conference call, Interactive Voice Responds IVR, dll.

Macam Macam Layanan Internet

Dibawah ini adalah macam macam layanan yang ada di internet,


1.Email (Elektronic Mail)


Electronic Mail (email) yang berarti surat elektronik ini berfungsi untuk mengirim surat. Menurut sejarahnya layanan ini adalah layanan internet yang pertama di dunia. Bahkan di wikipedia email tercipta sebelum internet diciptakan. Dengan adanya layanan Email kita dimudahkan dalam mengirim surat. Contoh layanan Email adalah Yahoo, Gmail, dll.

2.E-Commerce

E-Commerce adalah layanan intrenet yang digunakan untuk kepentingan ekonomi. Toko online merupakan salah satu contoh dari layanan E-Commerce. Dengan adanya layanan ini, kita tidak perlu pergi ke toko untuk berbelanja, karna kita bisa beli barang secara online dan tidak perlu capek, contohnya Tokopedia, Buka Lapak, Lazada, dll.

3.E-Banking

Dengan adanya E-Banking proses transfer uang yang anda lakukan bisa berjalan dengan cepat. Saat ini sudah banyak Bank yang menyediakan layanan ini, sehingga para nasabah Bank tersebut tidak perlu lagi pergi ke ATM untuk melakukan transfer uang. Bahkan beberapa Bank sudah merambah ke dumia mobile, sehingga kegiatan transfer uang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

4.E-Learning

Merupakan sistem pembelajaran elektronik, dimana peserta didik dan guru tidak bertatap muka secara langsung, melainkan dari jarak jauh. Komputer menjadi perantara antara pengajar dan peserta didik. Dengan adanya E-Learning kita dapat membaca materi secara berulang ulang. Namun dapat mengurangi interaksi antara guru dengan murid secara langsung.

5.E-Goverment

E-Goverment merupakan bentuk pelayanan pemerintah terhadap masyarakatnya dengan memanfaatkan teknologi informasi. Ada beberapa model penyampaian utama yaitu Goverment to Citizen / Goverment to Customer (G2C), Goverment to Goverment (G2G). E-Goverment dciharapkan dapat meningkatkan efisiensi, kenyamanan dan aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik.

6.Milist (Mailing List)

Milist atau Mailing List adalah layanan yang digunakan untuk berdiskusi dalam suatu komunitas atau organisasi. Setiap anggota milist dapat membaca surat dari anggota lainnya yang berada dalam lingkaran grup diskusi. Dan setiap anggota juga berhak membalas surat atu tidak. Apabila ada salah satu anggota yang membalas pesan maka semua anggota yang berada dalam grup tersebut akan mendapat balasan pesan. Dalam Milist setiap orang dapat berlangganan atau berhenti berlangganan.

7.Internet Relay Chat (IRC)

IRC atau akrab disebut layanan chatting adalah salah suatu teknologi dimana setiap orang dapat berinteraksi dengan orang lain yang jaraknya jauh. Dengan adanya teknologi ini kita dapat berkenalan dengan orang baru dan memperbanyak teman atau relasi. Kita pun bisa saling melihat wajah lawan bicara kita apabila komputer kita atau orang tersebut dilengkapi dengan WebCam.

8.Voice Over Internet Protocol (VOIP)


VOIP memungkinkan kita untuk berbicara melalui telepon dengan biaya gratis. VOIP hanya membutuhkan koneksi internet sehingga tidak perlu menggunakan pulsa. Di Indonesia terdapat VOIP Rakyat, anda bisa mengunakan fasilitas ini dengan gratis.

Apa itu HTTP, URL, DNS ?

Hypertext Transfer Protokol (HTTP)

HTTP adalah suatu protokol yang menentukan aturan yang perlu diikuti oleh

Web browser dalam meminta atau mengambil suatu dokumen, dan oleh Web server

dalam menyediakan dokumen yang diminta untuk mengakses dokumen HTML. Jika

anda sedang menjelajahi Web dan melihat tulisan seperti

http://www.disney.com atau http://******* ini merupakan salah satu

penggunaan protokol HTTP dalam web. Dan dapat dipastikan bahwa anda akan

berhubungan banyak dengan protokol ini jika sedang mengakses Web.


Uniform Resourse Locator (URL)
URL adalah suatu sarana yang digunakan untuk menentukan lokasi informasi
pada suatu Web server, URL dapat diibaratkan sebagai suatu alamat, dimana
alamat tersebut terdiri dari :
- Protokol yang digunakan oleh suatu browser untuk mengambil informasi.
- Nama dari komputer di mana informasi tersebut berada, dan
- Jalur serta nama file dari suatu informasi.

Berikut ini adalah contoh dari URL :
http://www.dlanet.com/flash/index.html
dimana :
- http adalah protokol yang digunakan
- dlanet.com adalah nama dari server komputer
- flash adalah jalur dari informasi yang dicari
- index.html adalah nama file dimana informasi itu berada.

Domain Name System (DNS)
Komputer-komputer di Internet menggunakan suatu format penamaan standar
untuk mempermudah pengelolaan server komputer di Internet yang berkembang
dengan cepat. Sistem penamaan server komputer ini adalah Domain Name System
(DNS). DNS membuat suatu tingkat-tingkat domain, yang merupakan kelompok
komputer-komputer yang terhubung ke Internet.

co.id / com - organisasi komersial
ac.id / edu - lembaga pendidikan
go.id / gov - lembaga pemerintah